Wayang Orang Bharata Eksis Diantara Seni Modern

Wayang Orang Bharata Eksis Diantara Seni Modern

Jakarta Info – Kelompok wayang orang Bharata merupakan salah satu kelompok seni ternama di Jakarta. Berdiri pada 5 Juli 1972, kelompok ini bermarkas di sebuah bangunan bekas gedung bioskop tua di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Bangunan berlantai dua itu hanya beberapa meter dari Terminal Pasar Senen. Tepatnya di Jalan Kalilio No 15.

Sebelum masuk ke gedung pertunjukan, para pengunjung disambut seorang perempuan berpakaian kebaya lengkap dengan konde besarnya. Dia berpasangan dengan seorang pria yang mengenakan beskap khas Jawa. “Monggo, sugeng rawuh (silakan, selamat datang),” kata para penerima tamu itu sambil tersenyum kepada setiap tamu dengan badan membungkuk.

Begitu masuk, pengunjung langsung disambut dengan panggung megah yang berukuran sekitar 8 x 8 meter. Semakin malam, gedung Bharata itu semakin dibanjiri penggemar. Berdasar pantauan Jawa Pos, pertunjukan yang digelar Sabtu itu (21/5) dipenuhi pengunjung. Semua kursi yang disediakan terisi. Tiket yang dibagi dalam tiga kelas: VIP, kelas I, dan balkon ludes terjual. “Kami punya 245 tempat duduk,” ujar Muhammad Yunus, staf Humas Paguyuban Wayang Orang Bharata.

Paguyuban Wayang Orang Bharata begitu terkenal lantaran mereka masih rutin menggelar pertunjukan seminggu sekali, sampai sekarang. Yakni, pada Sabtu malam alias malam Minggu. “Pada setiap pertunjukan penontonnya pasti penuh. Kami sering kehabisan tiket,” kata Yunus.

  SETU BABAKAN, Penjaga budaya Betawi

Menurut Yunus, terjangkaunya harga tiket itu menjadi salah satu alasan mengapa pertunjukannya selalu dipenuhi penonton. Sebenarnya Yunus merasa bahwa harga tiket tersebut terlampau murah untuk sebuah pertunjukan wayang orang yang membutuhkan keterampilan khusus dan perlengkapan yang wah. Meski demikian, Yunus tak berani menaikkan harga tiket karena takut kehilangan banyak pelanggan.

Dia mengatakan, setiap pemain dan kru langsung menerima uang begitu pertunjukan selesai. Uang tersebut hasil penjualan tiket hari itu juga. “Cukup nggak cukup harus cukup,” imbuhnya

Hingga hari ini Wayang Bharata tetap eksis dan menempati tempat yang sama melakukan rutinitas seni yan mereka lakukan sejak dahulu. Guna mempertahankan keberadaannya Membina anak-anak adalah upaya peguyuban Wayang Orang Bharata mempertahankan diri. Selain itu, kelompok ini melakukan perubahan kecil sebagai usaha menyesuaikan zaman. Salah satunya adalah memasang running text terjemahan untuk membantu penonton yang bukan dari Jawa. (JPN)

Leave a Reply

%d bloggers like this: