Rumah Sehat Amira, Poliklinik yang beneran pro-rakyat

Rumah Sehat Amira, Poliklinik yang beneran pro-rakyat

Istilah rumah sakit, poliklinik atau balai pengobatan sepertinya sudah sangat akrab di telinga kita. Akan tetapi seorang Ida Bakrie punya pendekatan dan konsep lain tentang urusan medis satu ini. mantan aktifis buruh bidang kesehatan ini mendirikan Rumah  Sehat dengan pendekatan yang berorientasi pada senyum, sapa dan sentuh serta mengambil kebijakan pelayanan yang merakyat.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.47 tahun 2018 Klinik adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan yang menyediakan pelayanan medik dasar dan/atau spesialistik. Menurut Ida Bakrie, hal itulah yang menjadi dasar pelayanan Rumah Sehat Amira yang didirikannya bersama Ishak Rafick.

Menurut Ida Bakrie dan Ishak Rafick, pendirian Rumah Sehat Amira diinisiasi pada awal tahun 2010, tepatnya 1 Maret 2010 . Beberapa individu yang peduli terhadap masalah kesehatan terpicu untuk turun membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan terhadap akses kesehatan . Peristiwa yang terjadi pada pertengahan 2009 dimana seorang ayah menggendong anaknya yang sakit ke berbagai rumah sakit dengan berjalan kaki karena ketidakmampuan sang ayah dalam hal finansial mereka ditolak oleh berbagai rumah sakit.Ini adalah moment yang menggambarkan bahwa sistem kesehatan di negeri tercinta ini masih belum berpihak kepada kaum marginal.

Berangkat dari hal tersebut, maka berdirilah Poliklinik yang diberi nama Rumah Sehat AMIRA di kawasan kumuh Petamburan sebagai difereniasi antara rumah sakit atau puskesmas yang cenderung muram dan lebih mengutamakan urusan keuangan pasien ketimbang menerima dengan tangan terbuka dan senyum yang memberi harapan.

  Lima Program Kesehatan ala Pemerintah DKI

Oleh sebab itu menurut mereka Rumah Sehat, dengan segala daya upaya berusaha memberikan pelayanan terhadap masyarakat umum dan mengalokasikan anggaran kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Sebagai bentuk kongkrit Rumah Sehat kami melayani pengobatan umum berbagai bentuk penyakit yang diderita oleh masyarakat sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku dan sebagai pelayanan kepada wanita kami membuka praktek persalinan dengan memberikan kesempatan kepada para ibu untuk dapat terlayani dalam menjaga keselamatan ibu dan anak sebagai bintang keluarga.

Hal yang unik dari Rumah Sehat Amira adalah keberpihakan manajemen yang dikelolanya kepada masyarakat. Dalam salah satu pamflet yang beredar disebutkan dihalaman depan bahwa Rumah Sehat Amira melayani janda, anak yatim dan fakir miskin “kami tidak menarik biaya dari Jandam Anak yatim, Mereka yang tidak punya uang, tanpa perlu menunjukkan SKTM…”  Hal ini jelas menunjukkan bahwa Rumah Sehat memang bertujuan melayani masyarakat tanpa membedakan strata ekonomi. Ida yang rajin bersedekah ini menerangkan dengan terbuka bahwa Rumah Sehat yang dikelolanya tidak kekurangan penghasilan atau bangkrut karena kebijakan tersebut. Subsidi silang yang dilakukan menurutnya bisa menutupi  semua itu.

Rencananya Rumah Sehat akan dikembangkan ke beberapa daerah lagi, saat ini Ida dan kawan-kawannya sedang mencari partner dan lokasi yang tepat tepat untuk mengembangkan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat miskin ini. (MAFA)

Leave a Reply

%d bloggers like this: