Opelet Robet Melaju di Belantara Jakarta

Opelet Robet Melaju di Belantara Jakarta

Jakarta Info – Jakarta memiliki grup Lenong Betawi nyentrik  ‘Oplet Robet’  kependekan dari Ocehan Plesetan Rombongan Betawi. Grup ini lahir gara-gara Teater Cagar Budaya menutup layar.

Beberapa waktu sepi pementasan, beberapa orang yang setia di Teater Cagar Budaya terjangkit kerinduan mengekspresikan diri di depan khalayak.

Seorang pelawak asli Betawi yang cukup kondang di masanya yaitu Kubil AJ alias Ramdani kemudian menginspirasi beberapa pemain musik Gambang Kromong dan aktor untuk memulai lagi pementasan.

Sekertaris Yayasan Oplet Robet I Goess Magrib mengatakan mereka bergabung dan membentuk wadah baru pada 2001 dan pada 2010 mendaftarkan grup itu menjadi yayasan dengan alamat  sekaligus Sanggar Oplet Robet, Jl Asem Nirbaya, RT 15/02, Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Oplet Robet tidak sekadar cuap-cuap plesetan di atas panggung tapi juga mengungkapkan kritik sosial. Selain itu grup itu juga menciptakan lagu-lagu bernuansa Betawi yang telah direkaman di tahun 2013.

Lagu-lagu yang sudah berhasil dibuat seperti, Amineh, Oplet Robet, Gare-gare Pulang Pagi, Kaga Diajak Jajan, Uler Tangge, Halimah, Hiburan Berani, Betawi Inpor, Minta Kawin, dan Gagal Apel.

I Goess menuturkan Oplet Robet lahir dari kecintaan para seniman berdarah Betawi untuk melestarikan budayanya.

Oplet Robet bisa dikatakan telah melalui banyak rintangan namun kecintaan anggotanya untuk terus menghidupkan budaya Betawi membuat grup ini tetap eksis. Ada atau tidak ada panggilan pentas mereka tetap latihan.

Lakon yang biasa dibawakan saat pentas bertema cerita kerajaan atau bangsawan. Setiap pemain dituntut menguasai materi dan harus mampu improvisasi dalam membangun sebuah cerita.

Oplet Robet membuka diri kepada masyarakat. Mereka ingin drama Betawi ini tetap langgeng, itu sebabnya Kantor Yayasan Oplet Robet setiap hari Minggu pukul 10.00-16.00 WIB mempersilahkan pengunjung datang. Anggota tidak dipungut bayaran alias gratis.

Oplet Robet berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih memperhatikan lagi  pelaku seni maupun sanggar Betawi, baik dengan menyediakan fasilitas maupun ruang untuk berpentas.

  Wapress Bulungan “Disini semua aliran seni diapresiasi”

“Kami ingin, rutinitas pementasan seni budaya Betawi lebih ditingkatkan dan semakin banyak lagi sanggar maupun pelaku seni Betawi yang terlibat,” kata I Goess.

Lenong Betawi merupakan adaptasi dari sebuah komedi Stambul dan teater Bangsawan yang dimainkan oleh bermacam suku dan bangsa dengan bahasa Melayu. Melihat itu masyarakat Betawi pada awal abad ke-20 mulai membentuk pertunjukkan seperti itu dan kemudian disebut dengan Lenong Betawi.

Lenong Betawi berbeda dengan teater lainnya, tidak seperti teater lainnya yang memiliki naskah justru pada Lenong Betawi para pelakon tidak memeliki naskah atau plot sehingga sering dimainkan semalam suntuk.

Jumlah pemain dalam pertunjukkan Lenong Betawipun tidak terbatas, terganting kebutuhan ceritanya. Setiap pertunjukkan Lenong biasanya bisa sampai lebih dari 10 pemain. Selama pertunjukkan berlangsung, Lenong Betawi diiringi dengan alunan musik Gambang Kromong.

Keunikan yang terdapat pada Lenong Betawi terletak pada interaksi antara pemain dengan penonton melalui candaan khas para pemain yang menimbulkan suasana meriah.

Lenong Betawi terbagi menjadi dua genre, yaitu genre Dines dan gendre Preman. Pada lenong genre preman, cerita yang dibawakan tentang kehidupan sehari-hari karena itu bahasa yang digunakan pun bahasa sehari-hari. Pakaian  yang digunakan pun tidak terlalu formal.

Sedangkan pada genre Dines penampilannya lebih rapi dan cerita yang dibawakan merupakan kisah-kisah kerajaan atau kaum bangsawan. Bahasa yang digunakan pada genre ini merupakan bahasa Melayu halus.

Sebelumnya, Lenong Betawi dipentaskan di pinggir jalan ibu kota serta di acara-acara pernikahan. Namun, pada tahun 1970, Lenong Betawi mulai dipentaskan secara rutin di Taman Ismail Markzuki (TIM). Dengan berkembangnya zaman dan arus modernisasi, kini Lenong hanya ditampilakan 1-3 jam.

Setu Babakan yang terletak di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan adalah tempat bagi wisatawan bila ingin menyaksikan Lenong Betawi selain di Taman Mini Indonesia Indah

Leave a Reply

%d bloggers like this: