Forum E-Commerce Indonesia 2019: Perkuat Akselerasi Peningkatan Ekspor Indonesia Melalui Pemanfaatan Transaksi Niaga Elektronik

Forum E-Commerce Indonesia 2019: Perkuat Akselerasi Peningkatan Ekspor Indonesia Melalui Pemanfaatan Transaksi Niaga Elektronik

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta pemangku kepentingan e-commerce (niaga elektronik) berkolaborasi mendukung peningkatan transaksi produk lokal dan memperkuat ekspor Indonesia di pasar global melalui pemanfaatan niaga elektronik.

Hal ini ditegaskan Mendag Agus dalam Forum E-Commerce Indonesia 2019 di Jakarta dalam Forum dengan tema “Optimalisasi Daya Saing Produk Dalam Negeri Menuju Pasar Global Melalui Pemanfaatan E-Commerce” didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, serta Asosiasi E-Commerce Indonesia.

Acara ini dihadiri sekitar 500 peserta dari platform daring, pelaku usaha, termasuk usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), akademisi, dan pendukung ekosistem niaga-el, komunitas
perdagangan digital, serta kementerian/lembaga terkait.

Pertemuan ini merupakan momentum penting bagi Indonesia dan diharapkan seluruh ekosistem
niaga-el bersama-sama dapat berkolaborasi, bahu-membahu untuk mendukung peningkatan
transaksi produk lokal menembus dan berjaya di pasar global di era perdagangan bebas,” tegas Mendag Agus.

Mendag Agus menggarisbawahi, potensi perdagangan elektronik di dunia diproyeksikan terus
tumbuh hingga mencapai USD 6,53 triliun pada 2023. Potensi ini tentu perlu terus dimanfaatkan
untuk meningkatkan konsumsi produk lokal dan penguatan ekspor Indonesia.

“Melalui kolaborasi bersama, kita dapat mendukung peningkatan konsumsi produk lokal dan
penguatan ekspor Indonesia dengan perdagangan online sesuai dengan keahlian kita masingmasing.
Kementerian Perdagangan sangat optimis pertumbuhan ekspor Indonesia hingga dua
digit pada tahun 2020 dapat terwujud,” terang Mendag Agus.

  BPPBJ DKI Luncurkan Aplikasi E-Order

Selain itu, Mendag Agus juga menyampaikan informasi mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 80
Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang baru saja diterbitkan. Regulasi
yang menitikberatkan pada kepastian berusaha, perlakuan yang seimbang antar pelaku usaha dan
perlindungan konsumen diharapkan dapat terus menumbuhkan ‘consumers trust’ dan ‘confidence’.

Salah satu poin yg diatur dalan PP tersebut adalah kewajiban pelaku usaha untuk memiliki izin
usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Tujuan yaitu menghindari diskriminasi
antara pelaku usaha luring (offline) dengan daring (online), dan pelaku usaha luar negeri dengan
pelaku usaha dalam negeri.

Selanjutnya, mekanisme perizinan berusaha akan diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan
dan dibuat semudah mungkin, serta tidak memberatkan pelaku usaha.
Menyikapi dinamika perdagangan global, Mendag Agus juga menyampaikan, Kementerian
Perdagangan memiliki program-program strategis dalam mendukung pertumbuhan ekosistem
perdagangan melalui sistem niaga-el. Program tersebut di antaranya pendampingan dan
pengembangan manajemen usaha, digital branding dan pemasaran, pelatihan ekspor secara
daring, serta program fasilitator edukasi niaga-el untuk melatih “local heroes” di daerah agar
dapat menularkan pengetahuan niaga-el ke UKM di lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: